Cemilan- another Big SnackMarch 16, 2006 3:43 am

komentar tante lotta :

tulisannya nyusul yaah,..
tante lagi banyak tugas dari boss..hehehehhee

Practice Yuuk.. 3:41 am

Waktu hari minggu kemaren, iseng-iseng mau bikin mie sendiri.
Uh,…gaya..emangnya bisa?
tau deh..hehehehehe..
ngarang aja.
modal nekad nih, dapet resep dari forwardan milist.
inget-inget mama punya cetakan mie yang jaman dulu suka dipake bikin cistik.
merk-nya Ampia. Kalo sekarang yang beredar sih merk-nya Atlas.

ini cetakan udah tuwir banget deh..
entah jaman antah berantah kapan gituh, seingetku sih udah ada pas jaman aku di Balongan dulu.
makanya pas ta’ buka, walaaaaah..kotor’e bikin serem.
mana macet lagi.
terpaksa deh aku cuci dengan penuh kekhawatiran bahwa ni cetakan ga bisa di pergunakan lagi.
wong di kertas petunjuknya ada tulisan ga boleh dicuci,
tapi yo wis, nekad aja deh.
udah kotor gitu..

trus ya..
aku bikin deh mie -nya.
ini dia resepnya :

Aneka Pasta
Sumber: ibu Rn
PASTA
Untuk Lasagna, fettucine, noodles and farfalle

Bahan

100 gram terigu
1 telur
¼ sdt garam
2 sdt olive oil

Cara
1. Aduk semua bahan dengan tangan, (boleh ditekan)
2. Pada alas yang ditaburi sedikit tepung terigu, giling adonan dengan paralon, atau gilingan kue
3. Lipat dan giling sampai adonan terlihat homogen.
4. Lipat adonan dan potong menjadi 3 bagian
5. Ambil satu bagian, dan giling dengan gilingan nomor satu, lipat, dan giling lagi, lakukan berulang, minimal 3 kali.. Bagi lagi menjadi 3.
6. Ambil satu bagian, lalu digiling sesuai dengan jenis pasta yang akan kita buat (misalnya lasagna dengan gilingan no 6, fettuccini dengan gilingan no 5) etc
7. Jika ingin dibuat Mie, fettuccini atau spaghetti, setelah digiling adonan no 5, lalu giling dengan gilingan Mie.

Dari bahan dasar ini bisa dibuat pangsit, tortelini, lasagna, fettuccini, spaghetti, Mie dsb

Untuk Spaghetti, Fettuccini, Mie, saat merebus pasta, masukkan satu sendok minyak salad atau olive oil supaya pasta tidak menempel. Rebusnya sekitar 10 menit kalau bisa menggunakan pasci pasta. Dan setelah matang ditiriskan.

Hasilnya :

Hasil setelah dimasak :

Komentar tante lotta :
mie nya rada lembek nih..
apa yah musti di kurangin?
telornya? atau minyaknya?

Practice Yuuk..March 10, 2006 10:56 am

Bikin yoghurt yuk..
Tante Lotta baru dapet artikel cara bikin yoghurt..
tapi sih belom tante cobain..:D

Tadi siang tante baru beli biang-yoghurtnya di spm (superkampret).
Bibit yogurt bisa menyisihkan beberapa sendok dari yogurt komersial yg mengandung
bakteri Lactobacillus acidophillus dan/atau Lactobacillus bulgaricus.

buat tante yang lagi mencoba diyet neh..
katanya sih yoghurt ini bagus buat di-mam pagi-pagi..
jangan takut sama rasanya.
kan kita bisa campurin sebagai bumbu salad atau dicampur buah dan madu untuk manisnya,…hehehehhee..

begini nih caranya :

Yoghurt

Misalnya mau buat 500 ml yogurt

Bahan :
- 65 gr susu bubuk
- 450 ml air hangat (dari termos)
- 1 - 2 sendok biang yogurt

Cara :
- larutkan susu bubuk dengan air hangat,
- kalo sudah suam2 kuku, masukkan biang yogurt, pindahkan ke botol or toples.
- tutup tempatnya rapat2 jangan dibuka-buka. diamkan dalam suhu ruang kira-kira
4 jam setelahnya akan terbentuk gumpalan2. Memang lebih kental kalo susu bubuknya pake dancow
- diamkan sampai 24 jam pada suhu ruang, kalo mau dikonsumsi dingin masukkan dalam lemari es…..

Catatan :
1. Hati hati dengan suhu ya, kalo terlalu panas, bakteri yogurtnya langsung mati, bisa gagal deh…
2. Alat2 yang dipake harus bersih / steril, usahakan sendok pengaduknya terbuat dari plastik atau kayu
3. Jangan banyak bicara. Misalnya tertawa, ngobrol, apalagi bersin. Bakteri dari mulut kita bisa
mencemari calon yogurt. Dan bersihkan tangan dan peralatan dg baik sebelum digunakan. ada juga yang menyalakan lilin dalam proses ini.
4. supaya gumpalannya rata, ngaduk biangnya juga harus rata.
5. biasanya 8 jam yogurt siap disantap. fermentasi selama 24 jam pada suhu ruang akan menghasilkan rasa asem yang uenaaak(katanya….heheheheee…:D)

nah,
tante lotta mau coba neh besok.
nanti kalo dah jadi tante laporin deh ya disini.
atau kalo ada yang udah coba duluan, kabarin tante yaaaa….:D

My dream to be SlimMarch 9, 2006 10:37 am

Tante Lotta kan lagi diet..
ini adalaha diet tante lotta entah yang ke berapa juta kalinya…huaaaa sampe ga tau deh ngitungnya gimana hehehheehe..:D

Kali ini tante lotta mau serius diet nih..
selain umur tante uda mau memasuki kepala tiga,
tante juga pengen banget pas suatu saat tante merit nanti, tante bisa pake baju yang baguuuuus banget :D

naaah,
sekarang tante mau bagiin tips - tips yang tante dapet dari hasil sana sini.
semoga tante bisa jalanin yah..
doa keun tante yah…:)

Apa yang terjadi ketika Anda melibatkan kesadaran saat makan? Anda
akan makan secara perlahan, penuh perhatian pada apa yang Anda cecap.
Itu bisa menjadi kunci sukses menurunkan berat badan dan membuat batin
lebih bahagia.

Dixie Evatt, mantan pengajar di Universitas Syracuse, Amerika Serikat,
tak pernah menyerah untuk menjalani segala jenis diet. Ia pernah
mencapai berat badan yang sangat merisaukan, yakni sekitar 115 kg.
Beberapa macam diet yang dilakoninya cukup berhasil, tetapi hanya
bertahan beberapa saat. Dalam satu dua tahun berat badannya kembali ke
ukuran semula.

Suatu kali dokternya menyarankan sesuatu yang belum pernah ia dengar,
makanlah dengan penuh kesadaran. Ucapan itu terdengar menarik,
sehingga ia pun segera mengikuti program diet itu di Pusat Kesehatan
State University of New York (SUNY), di Syracuse.

Pengalaman yang didapat sungguh-sungguh baru. Sebelumnya, ia menjalani
program penurunan berat badan dengan lari hingga berkeringat atau
menakar makanan.

Di kelas baru itu, para peserta hanya diminta duduk tenang dan
menyantap sesuatu, sepotong seledri renyah contohnya, dengan penuh
perhatian. Tadinya ia berpikir itu hanya sebagian kecil sesi, tetapi
rupanya itulah keseluruhan program yang ia peroleh.

Peserta diajak untuk benar-benar tenang dan menjalar sampai ke batin.
Evatt pulang membawa beberapa kaset tentang meditasi, juga instruksi
untuk memperbarui cara makan, yaitu perlahan dan penuh kesadaran.

Dia berkesempatan menguji temuan baru itu saat mengunjungi sebuah
restoran, dan memesan hidangan favoritnya. Kali ini ia tidak
menyantapnya sambil menenggelamkan diri dalam buku bacaan. Kini ia
lebih berkonsentrasi pada makanan di hadapannya.

“Saya membaui, merasai, menikmati ikan tersebut, dan saya makan hanya
setengahnya tetapi sangat, sangat menikmatinya,” ungkapnya, seperti
ditulis Karin Evans di majalah Alternative Medicine.

Ia menganut cara baru tersebut dan tetap rajin menghadiri pertemuan
program diet itu. Ketika ia menimbang tubuhnya sembilan bulan
kemudian, bobotnya telah berkurang 10,5 kg. Metode baru tersebut
benar-benar bekerja dengan baik pada dirinya.

Menekankan Sisi Emosional

Program yang dijalani Evatt itu dirancang oleh Dr. Lisa Kaufman di
SUNY setelah dia sendiri mulai putus asa untuk menemukan metode
konvensional yang dapat membantu penurunan berat badan pasiennya.

Dia telah menangani begitu banyak pasien yang berusaha dengan
pendekatan diet standar. Diet tersebut berhasil baik, tetapi hanya
sementara.

“Isu emosional dan perilaku tidak ditekankan oleh diet konvensional,
sehingga peserta mulai makan lagi. Semua kembali seperti semula,
bahkan berat badan mereka bertambah 2,5-5 kg lagi,” ujarnya.

Kaufman mendapat ide untuk programnya beberapa tahun lalu saat
mengunjungi retret meditasi dan mengamati bahwa di ruangan itu tak
satu pun peserta yang kelebihan berat badan. Hal itu membuatnya
berpikir bahwa orang yang ingin menurunkan berat badan akan lebih
berhasil jika mereka memberi perhatian pada apa yang sedang mereka
makan.

Dalam merancang programnya ia terinspirasi oleh teknik para Budhis,
yaitu berkonsentrasi penuh pada apa yang tengah dikerjakan, termasuk
makan. Ia mengamati, kehidupan orang Amerika dikelilingi oleh makanan
cepat saji, kudapan tak sehat, dan tekanan waktu, sehingga harus makan
terburu-buru tetapi banyak. Akibatnya, berat badan pun berlebih.

Meski demikian, cara makan penuh kesadaran itu masih dianggap asing
oleh kebanyakan orang Amerika, sehingga tidak mudah untuk segera
memutuskan menjadi penganutnya.

“Alasan besar mengapa banyak orang Amerika gemuk, karena kami
kehilangan sentuhan dengan upacara saat makan,” kata Deborah Kesten,
ahli nutrisi yang menulis buku The Healing Secrets of Food dan Feeding
the Body, Nourishing the Soul, dan juga mengajar cara makan penuh
kesadaran itu.

Kesten telah melakukan studi banding pada orang yang menjalani programnya dan
berkonsentrasi pada kenikmatan makanan, dengan mereka yang melakukan
kegiatan lain sambil makan. “Tentu saja yang makan dengan penuh
kesadaran, penuh rasa syukur dan berperasaan positif, memiliki berat
badan lebih normal dibanding kelompok lain,” tuturnya.

Tidak Sambil Baca

Di kelas Kaufman, para peserta bertemu sekali seminggu selama 10
minggu. Pelajarannya sangat sederhana. Peserta boleh makan apa saja
yang diinginkan, tetapi harus menyantapnya dengan penuh kesadaran,
tidak sambil menonton televisi, mendengarkan radio, maupun membaca
koran.

Jika Anda tahu Anda dapat makan semua yang Anda inginkan, tambahnya,
Anda cenderung untuk tidak makan sebanyak itu karena selalu ada hari
esok.

Program penurunan berat badan yang penuh kesadaran seperti yang
diajarkan Kaufman yang memiliki latar belakang institusi medis memang
jarang. Kebanyakan ditawarkan melalui terapis independen atau
organisasi perseorangan.

Namun, sisi yang sama dari berbagai program itu, yakni menekankan diri
dalam membantu orang menggali kembali kemampuan alami tubuh dalam
mengenali tanda kapan merasa lapar dan kapan kenyang. Tanda-tanda
tersebut menjadi kacau di alam makanan cepat saji seperti saat ini.

“Studi memperlihatkan bahwa jika alarm kenyang ikut ambil peran, Anda
akan makan sedikit,” ujar Judith S. Stern, wakil presiden the American
Obesity Association.

Ia mengamati bahwa diperlukan sekitar 20 menit bagi pikiran untuk
menerima pesan bahwa perut sudah penuh. “Jika Anda makan terlalu
cepat, Anda melampaui sistem alarm alami tubuh Anda sendiri,”
sebutnya.

Kaufman menyamakan para pasiennya dengan balita. “Mereka belajar untuk
makan seperti anak anak balita. Lihatlah bila balita makan sesuatu
yang baru, dia akan melihatnya, memegangnya, menciumnya, dan baru
memakannya. Itu yang saya anjurkan untuk dilakukan para peserta di
kelas saya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, ia juga mendorong peserta untuk tidak buru buru dalam
menjalani hidup, mengurangi atau melepaskan stres dan ketegangan yang
dapat membuat orang makan berlebihan. “Banyak orang yang memiliki
masalah makan memang betul-betul bermasalah, misalnya membenci diri
sendiri dan merasa tidak berharga,” ujar Kaufman.

Di kelasnya, peserta juga bermeditasi atau memindai tubuh sendiri,
yang berarti duduk dalam keheningan dan membangun kesadaran atas
setiap bagian tubuh. Latihan itu membantu orang menyadari dan memahami
diri sendiri.

“Makan sekantong keripik kentang dengan penuh perhatian sungguh tidak
menyenangkan. Pada akhirnya Anda bahkan akan merasa tak suka,”
katanya.

Bisa Menikmati Ragam Rasa

Meskipun Kaufman belum menyelesaikan studi tentang kadar keberhasilan
pendekatannya, dia tahu program itu bekerja baik pada 300 orang yang
mengikuti kelasnya.

Beberapa mencapai berat badan yang sehat di akhir pelajaran. Orang
yang mempraktikkan diet model ini akan menjadi lebih baik. Ia
mengingatkan, diet ini tentu belum tentu cocok untuk semua orang. Itu
karena faktor penyebab kenaikan berat badan sangat beragam dan rumit,
dari mulai gangguan metabolisme hingga gangguan makan. Juga pada
sebagian orang mungkin diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan
hasil maksimal.

Tentu saja ada pula orang yang menentang program ini. “Seorang wanita
mengatakan tidak mau memperlambat cara makannya dan merasakan
perasaannya. Dia betul-betul ingin tetap mati rasa,” tutur Kaufman.
Program itu memang akan sulit disebarluaskan jika masih banyak orang
yang makan di meja kerja, di dalam mobil, atau di depan televisi.

Evatt menambahkan, cara makan dengan penuh kesadaran itu bukanlah
magic, tetapi teknik. Cara itu telah mèngubahnya dan membuatnya lebih bahagia.

Sebelum ia mulai memberi perhatian pada apa yang dimakan, misalnya,
hampir semua sayuran hijau rasanya sama. Sekarang bila ia makan salad
campur, ia bisa membedakan rasa pahit, manis, rasa buahnya,
sayurannya, dan dia menikmati keberagaman rasa itu. Karena itulah, ia
memutuskan untuk menjalaninya sepanjang hidup.

Cecaplah Setiap Gigitan

Marc David adalah ahli nutrisi di Pusat Retret Canyon Ranch lebih dari
10 tahun, Ketua Bengkel Kerja di Pusat Yoga dan Kesehatan Kripalu,
juga menulis buku Nourishing Wisdom. Ia menampilkan program 8 minggu
untuk merenovasi cara kita makan.

Ia menawarkan pendekatan multidimensi mengenai biokimia tubuh, antara
lain dari sisi kesehatan holistik dan spiritual. Dia mulai dengan
menunjuk pada keterbatasan pencernaan, diet lemak, dan mitos tentang
“cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah sedikit makan dan
banyak olahraga”.

Kunci yang paling nyata untuk sehat dan menurunkan berat badan adalah
metabolisme yang ia definisikan sebagai “total jumlah dari semua
reaksi kimia di dalam tubuh ditambah total jumlah dari pikiran,
perasaan, keyakinan, dan pengalaman’. Bukunya mengulas seputar diet
perlahanlahan yang didasarkan pada 8 metabolisme universal, yakni
rileksasi, kualitas, kesadaran, ritme/irama, kesenangan, pikiran,
kisah, dan kesucian. David tak pernah memberi gambaran buruk tentang
makanan, sehingga makanan ini-itu harus disingkirkan.

Masalah muncul saat kita makan terburu-buru. Cara itu menghasilkan
stres fisiologik, memperpendek pernapasan sehingga asupan oksigen
berkurang dan akumulasi lemak bertambah, mengurangi produksi energi
sel yang akibatnya membuat kita terangsang untuk makan lebih banyak.
“Itulah sebabnya kita perlu memperlambat cara makan,” tutur David
dalam situs spirituality-health.

Pesan jelas dan kuat yang ingin ia sampaikan, yakni jangan melakukan
aktivitas lain di saat makan. Bernapas dalam dan nikmati atau cecaplah
setiap gigitan makanan.

Sumber: Kompas - Kolom Kesehatan
Kompas, 28/02/06

Cemilan- another Big SnackMarch 7, 2006 7:26 am

Minggu sore kemaren, aku kelaperan.
Biasa deh..cheating day..hahahhahaa…
karena waktu sudah menunjukan pukul sore (apa coba,..hehehehehe..) maksudnya dah mule sore,
ya udah aku akan coba aja bongkar-bongkar buku tebelku dan ketemulah resep mba ine yang onde-onde ini.
sebenernya ada beberapa resep di bukuku, yang lainnya ada yang make biang gitu deh…
kayaknya ribet euy..
akhirnya aku pilih deh resep dari mba ine..
dan berhubung si pemalesan ini maleeeez banget bikin kumbu kacang ijo buat isinya, ya udah, aku pake aja deh keju cheddar sisa arisan kemaren.
dan hasilnya?
Lumayaaaaan, buat buka gerobak onde-onde kapan-kapan..
garing dan renyah..

ONDE ONDE isi Keju
By Ine DW
modified by Lottta

Ingredients:
kulit:
240 gr Tepung ketan
10 gr Tepung Beras
60 gr gula pasir
150 cc air dengan suhu ruang (jangan air panas atau anget yaaah)

isi:
Keju Cheddar dipotong kotak dadu

bahan lain:
100 gr wijen
minyak untuk menggoreng

Directions:

Kulit
Larutkan gula dalam air, pakai air gula untuk mengadoni tepung sampai bisa di pulung.

Penyelesaian:
ambil segumpal adonan kulit, tipiskan, isikan keju di tengah, bulatkan kulit sampai menutup rapat keju. gulingkan di wijen.
Goreng dengan minyak banyak dan api yang sekecil-kecilnya yang bisa didapat , sambil terus di aduk agar matangnya rata.

Note:
- Onde-onde ini akan membesar dan mengembang serta membulat sempurna secara perlahan dengan sukses(walopun saat kita masukan ke dalam minyak tidak terlalu bulat), hanya jika kita bisa menjaga minyak supaya tidak terlalu panas dengan api yang super duper kecil.
dan akhirnya hanya kesabaranlah yang akan menyelamatkan onde-onde kita dari bantet dan meletus hehehehhehe,…..
- komposisinya antara tepung : gula adalah 3:1

jika sudah mengikuti saran-saran diatas, dijamin sukses deh!! :D

OtherMarch 3, 2006 3:40 am

Bikin Hakau dimsum gampang-gampang susyah yah..selain giling kulit hakaunya yang ga boleh ketebelan (ntar isinya jadi ga “terpancar” dari kulitnya hehehe..), kalo ketipisan juga bikin hakau-nya pecah pas proses kukus mengukus..

ini ada beberapa foto yang sempet aku ambil pas aku kursus dulu..
semoga sih berguna yah…:)

Proses pengadukan tepung tang mien dan sagu ketika disiram air panas
Proses pengadukan tepung tang mien dan sagu ketika disiram air panas


Hasil adukan


Setelah dingin, uleni adonan dan bentuk memanjang (seperti empek-empek lenjer), lalu potong-potong sesuai selera


Ambil 1 potonga adonan kulit, gilas (jangan terlalu tipis, jangan terlalu tebal)


Hasil gilasan


cetak dengan menggunakan mulut mangkok


Pisahkan sisa cetakan (bisa digunakan untuk adonan kulit selanjutnya)


isi kulit hakau secukupnya (isi yang terlalu banyak akan membuat kulit hakau pecah saat proses pengukusan


jepit ujung kulit dengan mengunakan jempol dan telunjuk, lalu bentuk wiron


contoh wiron


Hasil Akhir


Letakan pada loyang/wadah yang sebelumnya di olesi sedikit minyak agar tidak lengket