Tante Lotta kan lagi diet..
ini adalaha diet tante lotta entah yang ke berapa juta kalinya…huaaaa sampe ga tau deh ngitungnya gimana hehehheehe..:D
Kali ini tante lotta mau serius diet nih..
selain umur tante uda mau memasuki kepala tiga,
tante juga pengen banget pas suatu saat tante merit nanti, tante bisa pake baju yang baguuuuus banget
naaah,
sekarang tante mau bagiin tips - tips yang tante dapet dari hasil sana sini.
semoga tante bisa jalanin yah..
doa keun tante yah…:)
Apa yang terjadi ketika Anda melibatkan kesadaran saat makan? Anda
akan makan secara perlahan, penuh perhatian pada apa yang Anda cecap.
Itu bisa menjadi kunci sukses menurunkan berat badan dan membuat batin
lebih bahagia.
Dixie Evatt, mantan pengajar di Universitas Syracuse, Amerika Serikat,
tak pernah menyerah untuk menjalani segala jenis diet. Ia pernah
mencapai berat badan yang sangat merisaukan, yakni sekitar 115 kg.
Beberapa macam diet yang dilakoninya cukup berhasil, tetapi hanya
bertahan beberapa saat. Dalam satu dua tahun berat badannya kembali ke
ukuran semula.
Suatu kali dokternya menyarankan sesuatu yang belum pernah ia dengar,
makanlah dengan penuh kesadaran. Ucapan itu terdengar menarik,
sehingga ia pun segera mengikuti program diet itu di Pusat Kesehatan
State University of New York (SUNY), di Syracuse.
Pengalaman yang didapat sungguh-sungguh baru. Sebelumnya, ia menjalani
program penurunan berat badan dengan lari hingga berkeringat atau
menakar makanan.
Di kelas baru itu, para peserta hanya diminta duduk tenang dan
menyantap sesuatu, sepotong seledri renyah contohnya, dengan penuh
perhatian. Tadinya ia berpikir itu hanya sebagian kecil sesi, tetapi
rupanya itulah keseluruhan program yang ia peroleh.
Peserta diajak untuk benar-benar tenang dan menjalar sampai ke batin.
Evatt pulang membawa beberapa kaset tentang meditasi, juga instruksi
untuk memperbarui cara makan, yaitu perlahan dan penuh kesadaran.
Dia berkesempatan menguji temuan baru itu saat mengunjungi sebuah
restoran, dan memesan hidangan favoritnya. Kali ini ia tidak
menyantapnya sambil menenggelamkan diri dalam buku bacaan. Kini ia
lebih berkonsentrasi pada makanan di hadapannya.
“Saya membaui, merasai, menikmati ikan tersebut, dan saya makan hanya
setengahnya tetapi sangat, sangat menikmatinya,” ungkapnya, seperti
ditulis Karin Evans di majalah Alternative Medicine.
Ia menganut cara baru tersebut dan tetap rajin menghadiri pertemuan
program diet itu. Ketika ia menimbang tubuhnya sembilan bulan
kemudian, bobotnya telah berkurang 10,5 kg. Metode baru tersebut
benar-benar bekerja dengan baik pada dirinya.
Menekankan Sisi Emosional
Program yang dijalani Evatt itu dirancang oleh Dr. Lisa Kaufman di
SUNY setelah dia sendiri mulai putus asa untuk menemukan metode
konvensional yang dapat membantu penurunan berat badan pasiennya.
Dia telah menangani begitu banyak pasien yang berusaha dengan
pendekatan diet standar. Diet tersebut berhasil baik, tetapi hanya
sementara.
“Isu emosional dan perilaku tidak ditekankan oleh diet konvensional,
sehingga peserta mulai makan lagi. Semua kembali seperti semula,
bahkan berat badan mereka bertambah 2,5-5 kg lagi,” ujarnya.
Kaufman mendapat ide untuk programnya beberapa tahun lalu saat
mengunjungi retret meditasi dan mengamati bahwa di ruangan itu tak
satu pun peserta yang kelebihan berat badan. Hal itu membuatnya
berpikir bahwa orang yang ingin menurunkan berat badan akan lebih
berhasil jika mereka memberi perhatian pada apa yang sedang mereka
makan.
Dalam merancang programnya ia terinspirasi oleh teknik para Budhis,
yaitu berkonsentrasi penuh pada apa yang tengah dikerjakan, termasuk
makan. Ia mengamati, kehidupan orang Amerika dikelilingi oleh makanan
cepat saji, kudapan tak sehat, dan tekanan waktu, sehingga harus makan
terburu-buru tetapi banyak. Akibatnya, berat badan pun berlebih.
Meski demikian, cara makan penuh kesadaran itu masih dianggap asing
oleh kebanyakan orang Amerika, sehingga tidak mudah untuk segera
memutuskan menjadi penganutnya.
“Alasan besar mengapa banyak orang Amerika gemuk, karena kami
kehilangan sentuhan dengan upacara saat makan,” kata Deborah Kesten,
ahli nutrisi yang menulis buku The Healing Secrets of Food dan Feeding
the Body, Nourishing the Soul, dan juga mengajar cara makan penuh
kesadaran itu.
Kesten telah melakukan studi banding pada orang yang menjalani programnya dan
berkonsentrasi pada kenikmatan makanan, dengan mereka yang melakukan
kegiatan lain sambil makan. “Tentu saja yang makan dengan penuh
kesadaran, penuh rasa syukur dan berperasaan positif, memiliki berat
badan lebih normal dibanding kelompok lain,” tuturnya.
Tidak Sambil Baca
Di kelas Kaufman, para peserta bertemu sekali seminggu selama 10
minggu. Pelajarannya sangat sederhana. Peserta boleh makan apa saja
yang diinginkan, tetapi harus menyantapnya dengan penuh kesadaran,
tidak sambil menonton televisi, mendengarkan radio, maupun membaca
koran.
Jika Anda tahu Anda dapat makan semua yang Anda inginkan, tambahnya,
Anda cenderung untuk tidak makan sebanyak itu karena selalu ada hari
esok.
Program penurunan berat badan yang penuh kesadaran seperti yang
diajarkan Kaufman yang memiliki latar belakang institusi medis memang
jarang. Kebanyakan ditawarkan melalui terapis independen atau
organisasi perseorangan.
Namun, sisi yang sama dari berbagai program itu, yakni menekankan diri
dalam membantu orang menggali kembali kemampuan alami tubuh dalam
mengenali tanda kapan merasa lapar dan kapan kenyang. Tanda-tanda
tersebut menjadi kacau di alam makanan cepat saji seperti saat ini.
“Studi memperlihatkan bahwa jika alarm kenyang ikut ambil peran, Anda
akan makan sedikit,” ujar Judith S. Stern, wakil presiden the American
Obesity Association.
Ia mengamati bahwa diperlukan sekitar 20 menit bagi pikiran untuk
menerima pesan bahwa perut sudah penuh. “Jika Anda makan terlalu
cepat, Anda melampaui sistem alarm alami tubuh Anda sendiri,”
sebutnya.
Kaufman menyamakan para pasiennya dengan balita. “Mereka belajar untuk
makan seperti anak anak balita. Lihatlah bila balita makan sesuatu
yang baru, dia akan melihatnya, memegangnya, menciumnya, dan baru
memakannya. Itu yang saya anjurkan untuk dilakukan para peserta di
kelas saya,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, ia juga mendorong peserta untuk tidak buru buru dalam
menjalani hidup, mengurangi atau melepaskan stres dan ketegangan yang
dapat membuat orang makan berlebihan. “Banyak orang yang memiliki
masalah makan memang betul-betul bermasalah, misalnya membenci diri
sendiri dan merasa tidak berharga,” ujar Kaufman.
Di kelasnya, peserta juga bermeditasi atau memindai tubuh sendiri,
yang berarti duduk dalam keheningan dan membangun kesadaran atas
setiap bagian tubuh. Latihan itu membantu orang menyadari dan memahami
diri sendiri.
“Makan sekantong keripik kentang dengan penuh perhatian sungguh tidak
menyenangkan. Pada akhirnya Anda bahkan akan merasa tak suka,”
katanya.
Bisa Menikmati Ragam Rasa
Meskipun Kaufman belum menyelesaikan studi tentang kadar keberhasilan
pendekatannya, dia tahu program itu bekerja baik pada 300 orang yang
mengikuti kelasnya.
Beberapa mencapai berat badan yang sehat di akhir pelajaran. Orang
yang mempraktikkan diet model ini akan menjadi lebih baik. Ia
mengingatkan, diet ini tentu belum tentu cocok untuk semua orang. Itu
karena faktor penyebab kenaikan berat badan sangat beragam dan rumit,
dari mulai gangguan metabolisme hingga gangguan makan. Juga pada
sebagian orang mungkin diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan
hasil maksimal.
Tentu saja ada pula orang yang menentang program ini. “Seorang wanita
mengatakan tidak mau memperlambat cara makannya dan merasakan
perasaannya. Dia betul-betul ingin tetap mati rasa,” tutur Kaufman.
Program itu memang akan sulit disebarluaskan jika masih banyak orang
yang makan di meja kerja, di dalam mobil, atau di depan televisi.
Evatt menambahkan, cara makan dengan penuh kesadaran itu bukanlah
magic, tetapi teknik. Cara itu telah mèngubahnya dan membuatnya lebih bahagia.
Sebelum ia mulai memberi perhatian pada apa yang dimakan, misalnya,
hampir semua sayuran hijau rasanya sama. Sekarang bila ia makan salad
campur, ia bisa membedakan rasa pahit, manis, rasa buahnya,
sayurannya, dan dia menikmati keberagaman rasa itu. Karena itulah, ia
memutuskan untuk menjalaninya sepanjang hidup.
Cecaplah Setiap Gigitan
Marc David adalah ahli nutrisi di Pusat Retret Canyon Ranch lebih dari
10 tahun, Ketua Bengkel Kerja di Pusat Yoga dan Kesehatan Kripalu,
juga menulis buku Nourishing Wisdom. Ia menampilkan program 8 minggu
untuk merenovasi cara kita makan.
Ia menawarkan pendekatan multidimensi mengenai biokimia tubuh, antara
lain dari sisi kesehatan holistik dan spiritual. Dia mulai dengan
menunjuk pada keterbatasan pencernaan, diet lemak, dan mitos tentang
“cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah sedikit makan dan
banyak olahraga”.
Kunci yang paling nyata untuk sehat dan menurunkan berat badan adalah
metabolisme yang ia definisikan sebagai “total jumlah dari semua
reaksi kimia di dalam tubuh ditambah total jumlah dari pikiran,
perasaan, keyakinan, dan pengalaman’. Bukunya mengulas seputar diet
perlahanlahan yang didasarkan pada 8 metabolisme universal, yakni
rileksasi, kualitas, kesadaran, ritme/irama, kesenangan, pikiran,
kisah, dan kesucian. David tak pernah memberi gambaran buruk tentang
makanan, sehingga makanan ini-itu harus disingkirkan.
Masalah muncul saat kita makan terburu-buru. Cara itu menghasilkan
stres fisiologik, memperpendek pernapasan sehingga asupan oksigen
berkurang dan akumulasi lemak bertambah, mengurangi produksi energi
sel yang akibatnya membuat kita terangsang untuk makan lebih banyak.
“Itulah sebabnya kita perlu memperlambat cara makan,” tutur David
dalam situs spirituality-health.
Pesan jelas dan kuat yang ingin ia sampaikan, yakni jangan melakukan
aktivitas lain di saat makan. Bernapas dalam dan nikmati atau cecaplah
setiap gigitan makanan.
Sumber: Kompas - Kolom Kesehatan
Kompas, 28/02/06

ayiiiik , nanti kalo mo merit undang-undang yach.
Jangan kuatir dengan yang namanya jodoh pasti datang deh….hidup diet ! lho , gak nyambung yach
Comment by Keluarga Markus - Lina — March 10, 2006 @ 5:33 am
iyah pasti dong..
mama papa dan axel musti dateng dari pekanbaru..(eh bener ga sih dari sana,..hihihihihi..maen tebak aja…)
maklum nih, tante lotta suka kegoda makanan enak..huaaaaa…susah deh diyetnya..:((
Comment by lottacorner — March 10, 2006 @ 7:03 am
hehehe…gue lagi banget…gue juga susah nanget nuruni berat badan…sampai gue paling ngeri lihat timbangan badan…yang ada..badan gue tambah menggelembung kaya balon…gue hopeless neh,akhirnya pasrah aja…meskipun sering banget jadi bahan ledekan adek-adek gue…yang badannya kurus-kurus berisi gitu…gue sebel enggak bisa tukeran baju kaya dulu…tapi merka juga sebel seh,enggakbisa pake baju gue secara ukurannya 2 size diatas mereka…gue pengen deh ngomong goodbye kegemukan…huh…tapi kapan?…( memelas.com )
Comment by heny — April 10, 2007 @ 5:00 pm
biasanya harga cetakan cokelat itu sekitar berapa sey harganya… ma’acih
Comment by nia — November 27, 2007 @ 6:50 pm
murah ko mba..
starting 4ribuan. carinya di toko2 yang jual peralatan kue. atau di mayestik.
Comment by d' monster cookies — November 30, 2007 @ 9:34 pm