Diary LottaJanuary 23, 2008 6:04 pm

Rindu yang memuncak bercampur dengan kebahagiaan
Resah gundah mulai berganti
Belenggu-belenggu jiwa mulai berontak
Memekikkan kemerdekaanya
Darah yang Mengalir deras
Jantung berdebar tak berirama

Asa dan akal bergandengan erat
Secercah cahaya datang mengetuk
Hati membuka dengan ketulusan dan keiklasan
Memelas dengan penuh keibaan
Berharap sang cahaya akan masuk menerangi lerung-lerung hati yang kelam
Dengan kemurahannya sang cahaya,
Masuk memberikan sinar yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan

Hati berharap sang cahaya dapat terus singgah dan menetap
Agar hati dan cahaya dapat selalu berdampingan selamanya
Menutup kisah yang telah berlalu
Membuka lembaran baru yang polos dan putih yang penuh kesucian
Bersatu padu mengoreskan tinta emas kehidupan

Jan 23 2008
KH, Thanks ya for the lovely poemnya

Diary LottaJanuary 14, 2008 3:12 pm

Ah Jakarta Panas banget.
Di penunjuk suhuku tertulis 26.7 derajat.

Hm..I feel so hot inside.
So many thing happen today.

dari yang kenaikan tiada arti dan sangat menohok jantung sampe hal2 yang mengganggu pikiranku.
Ah, kenaikan gaji taun ini bener2 sangat mengecewakan.
Sangat.
Padahal aku dah prepare siapin mental sebelum aku masuk ruangan itu.
Coz base on my friend info, emang buruk banget.
Tpi ternyata aku tetap terhenyak,
tertohok,
dan lemes banget,….(mungkin tekanan darah rendah langsung :P )

Ah aku sebel banget sama perempuan ini.
Aku jadi rindu dengan yang dulu..
sama sama perempuan.
galak
tapi lebih rasional dalam “menghitung”
atau dia kurang pintar matematika mungkin???

jadi inget sama pak guru matematik SMA ku.
Dimana ya dia sekarang.
Kalo aja dia deket, aku suruh dia kursus matematik sama pak guruku seperti aku dulu les integral parsial sama dia.

Uh.