Diary LottaSeptember 24, 2008 4:03 pm

Saat-saat yang membosankan itu datang lagi.
In fact, I feel so damn boring and cant stand anymore to face this kind of “shit”.

But what can I do?

I hate this situation.
Situation..
when I dont have any choice to choose.

yah seperti biasa….
tapi ini memburuk :*(

Diary Lotta 3:54 pm

I dont know what to say..
this is like..

hm..

am I strong enough?
am I?

Nops.

But what can I say?

I can do nothing…

Diary LottaSeptember 22, 2008 11:40 am

Jadi kepikiran dengan film Quantum Leap and Back from the Future (Michael J. Fox).
Temen2 yang hidup di taun 80 an dan seusia aku pasti tau tentang “sinetron” bule era taun segitu…

ah andai..
Seandainya….

Kalo kita tengok kebelakang,
ada beberapa hal yang sangat2 aku sesali dan ingin rasanya aku “back from the future” in diriku sendiri.
Banyak hal yang ingin aku delete, hapus, atau revised.
Tapi mana mungkin?

Diary LottaSeptember 11, 2008 9:35 am

Pagi ini,
tiba2 terlintas sesuatu,.

Atas nama kehidupan..
Atas nama yang kurasakan..

Sedekah termasuk amalan yang sangat mulia karena itu adalah salah satu perwujudan ibadah hablun min an nas (hubungan antar sesama manusia). Dengan sedekah kita dapat membantu sesama kita yang membutuhkan dan kekurangan.

Sedekah pun berbagai macam bentuknya. Tidak hanya berupa materi, tetapi non materipun yang sekiranya dapat membantu orang lain juga termasuk sedekah. Memberi nasehat kepada orang yang membutuhkan, bahkan senyum merupakan sedekah yang yang paling mudah. Tentunya harus diiringi dengan ke ihlasan dan lillahi.

Lalu siapakah yang harus diutamakan untuk menerima sedekah dari kita? Yang pertama adalah keluarga dekat. Misalnya saudara kandung dan orang tua. Kemudian saudara jauh, tetangga, kerabat dan barulah kepada orang lain.

Terkadang ada kesalahpahaman pemaknaan antara sedekah dan kewajiban. Bagi seorang laki-laki yang telah berumah tangga, kewajiban memberi nafkah adalah untuk anak dan istri. Sementara selain itu termasuk sedekah. Jika ada yang menganggap bahwa memberi nafkah terhadap orang tua atau saudara kandung adalah kewajiban, itu merupakan kewajiban moral, bukan kewajiban syar`i.

Kadang pula ada orang yang mengutamakan pemberian sedekah kepada orang lain daripada keluarganya sendiri. Padahal orang tuanya sendiri kurang mampu. Sedekah yang diberikan mungkin bermanfaat bagi yang menerima akan tetapi alangkah baiknya jika kita mengutamakan keluarga kita dulu, barulah orang lain.

Sepertinya hukum sedekah ini hampir sama dengan hukum dakwah. Dalam berdakwah juga sebaiknya mendahulukan dakwah kepada diri sendiri dan keluarga barulah orang lain. Tapi kenapa saat ini keadaan terbalik? para mubaligh lebih bangga jika dia terkenal di masyarakat luas, dan membiarkan keluarganya sendiri berbuat tidak baik? Allahu a`lam bi shawab….

Thanks ya buat artikelnya..